Profil

Minggu, 27 November 2016

kebhinnekaan

FANATISME ORANG MADURA
MEMENTAHKAN DEMONSTRASI

Oleh : R. YUDHISTIRA RIA, M.Pd
( Pimpinan Pusat / Guru Besar Lembaga Dzikir Kasabullah Indonesia )

Umat islam sangat dikenal dengan karakter sensitifnya terhadap kedudukan hukum agama yang dianutnya sedikit saja dilanggar pasti ada aksi, akan tetapi pada sisi berbeda juga dapat dimaklumi apabila umat islam juga dikenal sebagai pribadi fanatik mainded yang apabila sudah mencintai sesuatu maka sifatnya “harga mati “ dibela habis habisan jangankan harta nyawapun rela dipersembahkan sekalipun itu jelas melanggar norma agama yang dihormati tadi.

Sungguh suatu prilaku aneh yang perlu kita pertanyakan, agar kita tidak mudah terprofokasi dan dijadikan alat pelengkap penderita oleh oknum tertentu  untuk melampiaskan ambisinya mencapai tujuan yang dikemas dengan cerdiknya seakan membela ummat islam padahal tujuan utamanya bukan itu. Untuk mengurai perilaku aneh tersebut penulis menganggap perlu mengambil sampling “fanatiknya” orang madura tehadap agama islam, dulu sebelum pendidikan umum maupun pendidikan agama merata di desa-desa  serta belum berkembangnya peradaban budaya seperti sekarang ini, orang madura paling cocok dijadikan model “penegakan hukum” yang didasarkan kepada fanatik mainded, coba anda sebut “kafir” kepada orang madura yang jelas-jelas bejat, membunuh ya, mencuri ya, mengambil istrinya orang ya, pokoknya segala kejahatan ya, pasti leher anda terpenggal atau isi perutnya terburai. Itulah bukti kesungguhan fanatisme orang madura yang sangat militan.

Bagi orang madura, rasa lapar masih bisa ditahan, rasa sakit masih bisa ditahan, rasa malu masih bisa ditahan. Akan tetapi kalau sudah menyangkut soal agama yang “dihina” siapapun tidak bisa menahannya dengan baik, sekalipun dirinya bukan muslim yang taat, alasannya sederhana 1. Karena agama baginya merupakan suatu yang wajib dijaga kesuciannya  2. Karena dirinya terlalu taat kepada pesan kyai dan guru ngajnyai bahwa agama adalah segalanya 3. Karena agama juga dapat dijadikan bemper untuk membungkus kebobrokan dirinya

Tiga alasan di atas setidaknya dapat memasgulkan alasan mengapa sampai sekarang masih banyak umat islam melakukan demonstrasi, padahal status hukum berdemonstrasi itu dalam islam tidak jelas, Jawabannya ada diantara salah satu  3 alasan di atas atau kalau tidak ada diantara 3 alasan tersebut berarti mereka unjuk rasa karena faktor ekonomi saja yang dengan beberapa lembar puluhan ribu rupiah mereka siap dijadikan budak politik.

Mengapa dasar hukum berdemonstrasi atau berunjuk  rasa dikalangan islam dikatakan tidak jelas? sebab apabila dikatakan boleh dalil perintahnya tidak ada, dikatakan tidak boleh dalil larangannya juga tidak ada. Jadi amat sangat disayangkan apabila ada yang berani membenarkan dan ada yang berani melarang.

Kalaupun ada yang membenarkan paling didasarkan kepada dalil-dalil tertentu yang cenderung dicari cari dan dipaksakan, seperti misalnya mengacu kepada zaman kenabian yang situasi dan kondisinya jelas sangat berbeda dengan masa yang kita hadapi sekarang ini, kalau disaat zaman nabi memang jelas ada indikasi ekspansi memporak porandakan keimanan umat islam yang dilakukan  secara berkelompok/institusi (yahudi/kafir qurais) dengan menyerang secara fisik. Sedang sekarang apa? 

Apakah cuma gara-gara ucapan seseorang kemudian kita “menyerang” ala zamannya Rosulullah, sungguh bukan suatu perbandingan yang tepat kalau kita jadikan literatur pembenaran untuk melakukan unjuk rasa/demonstrasi.

Kalau alasannya cuma gara-gara ada seseorang yang menistakan agama, mungkin dalam setiap bergaul, ada saja teman-teman kita  yang keceplosan menistakan agamanya sendiri utamanya disaat saat mereka terpuruk, entah itu bergurau atau serius, yang pasti di masyarakat kerap kita mendengar. Apa tindakan kita terhadap teman yang begitu? Apakah harus mendatangkan jutaan manusia berunjuk rasa atau kita hujat dengan kata kata yang kotor di media sosial, kenyataannya tidak begitu bukan? Paling kita selesaikan sendiri dengan menghalaunya secara edukasi “huss...jangan bilang begitu napa... ntar lho kwalat” ada kalanya juga disaat bersamaan justru kita meresponnya dengan tertawa lebar sebagai suatu intermezo yang menghibur. Beda dong, teman kita kan bukan pejabat.....lho apakah di islam itu ada klasifikasi sanksi antara pejabat dan rakyat biasa dalam berbuat dosa?

Bukti kalau landasan yang dipaksakan itu tidak bisa dijadikan dasar atau kejelasan hukum dalam berdemonstrasi/muzhaharah/masirah di kalangan islam Indonesia. Apa yang didapat setelah demonstrasi, Apakah umat islamnya semakin bersatu atau muslimnya menjadi lebih taat? Justru belakangan ini yang dirasakan oleh kita semua sesama muslimnya saling mencipta “puting beliungnya”. Apriori dan fitnah berada di mana mana : di tengah kedamaian dan kerukunan ukhuwah islamiyah, dikancah toleransi beragama, diranah persatuan/kesatuan bangsa, dilajunya stabilitas kebinnekaan dan dikuatnya kedaulatan NKRI sehingga menjadi terkoyak berkepanjangan.

Lucu bukan? Penduduk non muslimnya  hidupnya tenang-tenang saja, justru kita mayoritas islam yang seharusnya damai dan sejahtera berganti gelisah sendiri dengan saling menghujat dan bertengkar berdasar mashab dan kitab masing masing yang dipelajari serta kuasai dan bukan berdasar Al Quran dan Hadits.

Kalau memang Al Quran dan Hadits yang dijadikan pedoman, mengapa mesti berbeda hujjah? semestinya islam itu tidak akan pernah berbeda pendapat karena sumbernya jelas, akan tetapi karena setiap kelompok dengan bendera masing masing ingin dikatakan eksis akhirnya kitab-kitab dan tafsir yang dijadikan pedoman oleh kelompok itu dipaksa untuk diamini kelompok lain dan rupanya kelompok lain tidak mau lantaran malu dikatakan ikut ikutan dan tidak punya pendirian, kekisruhan gengsi inilah oleh oknum tertentu dijadikan ruang gerak untuk “melampiaskan syahwat” fanatik maindednya kepada sosok yang dipanuti apakah itu “kyai”, pimpinan atau kepada berkibarnya panji komunitasnya, untuk membantu ikut menghabisi rival rival politiknya yang mengancam dirinya

Demonstrasi atau unjuk rasa yang syarat dengan kepentingan pastilah akan masuk kepada pusaran munafik yang hebat karena begitu mudahnya mengabaikan norma hukum, sekarang fanatik kepada kelompok tertentu lantaran kehidupannya merasa aman dan nyaman, tetapi disaat rasa nyaman dan aman itu mulai berkurang dan terancam, Maka fanatiknya justru bergeser kepada mereka yang sebelumnya jadi bidikan ketidak sukaannya, begitu seterusnya mereka hidup di celah celah kekisruhan orang  berbeda pendapat yang seakan jadi pembela padahal semua itu hanya dijadikan alat menunjang popularitas,elektabilitas dan kapabilitasnya saja


Pengalaman memilukan  ini sedapat mungkin tidak terulang kembali pada masa yang akan datang, agar kita bisa melaksanakan ibadah dengan khusuk dan tidak selalu sibuk dengan urusan orang lain yang sesungguhnya sulit sekali meracuni keimanan kita, seperti halnya contoh fanatiknya ala orang madura, sekalipun dirinya amburadul tapi nilai-nilai keimanannya tetap terpelihara dengan baiknya dari pengaruh dan ancaman siapapun, apalagi kita yang waras dan memahami agama melebihi dari contoh orang madura yang bejat itu, mengapa mesti takut dikafirkan oleh orang lain, sampai berunjuk rasa segala? #lembagadzikirkasabullah

Senin, 21 November 2016

Kedai Sufi Kasabullah Jilid 12



TERSANGKA YANG TIDAK DISANGKA SANGKA

Oleh : R. YUDHISTIRA RIA, M.MPd 
Pimpinan Pusat - Guru Besar Lembaga Dzikir Kasabullah Indonesia

“Gonjang ganjing” seputar politik negeri ini, tak luput dari perbincangan hangat antara Cak Kasab dan Mad Bullah di kedai Sufi, kesayangannya
Cak Kasab :
Ck......ck.....ck sampean itu kalau  aku pikir lama lama  bisa  jadi edan sendiri?
Mad Bullah :
Lho? Emangnya kenapa cak.... kok sampean malah sinis begitu...?

Cak Kasab :
Abis mereka - mereka yang beraliansikan islam dengan nama kelompok masing-masing serta bendera kebesarannya pada ngluruk ke Jakarta, sampean malah kongkow kongkow di sini.....wes...wes gak internasional blas...mas....mas
Mad Bullah :
oh mikirin soal itu ta, yang bikin sampean mo gila?

Cak Kasab :
ya yalah, abis sampean sich gak punya kepekaan sama sekali, islam sudah diinjak injak sedemikian rupa sampean malah tenang-tenang aja, padahal sedikit sedikit sampean ngebahas soal islam, nyatanya? Asbun alias asal bunyi
Mad Bullah
ngene lo cak, setiap manusia itu kan punya sudut pandang masing masing baik dari sisi merespon kesalahannya maupun merespon jalan keluarnya

Cak Kasab :
O kalau begitu cara pandang sampean dengan jutaan orang yang berunjuk rasa damai 4 November lalu itu beda ya......
Mad Bullah :
Ya jelas dong...........aku ini kan abdi negara dan abdi masyarakat, apalagi kebetulan aku ini sebagai tenaga pendidik masa mau ninggalin tugas mengajar dan menelatarkan peserta didik, cuma gara gara hal satu orang yang sebenarnya sudah ada yang ngurus yaitu depag, kepolisian, kejaksaan dan kehakiman. Selain itu aku iki mau tidak mau kan pejabat publik yang harus memberi tauladan yang baik kepada masyarakat bagaimana caranya agar mereka tidak terinspirasi dengan tindakanku menyelesaikan setiap persoalan dengan unjuk rasa, masih banyak cara terhormat yang menunjukkan kalau kita itu orang berpendidikan,bermoral dan berakhlak mulia

Cak Kasab :
Tapi mas kalau tidak diunjuk rasa, kasus itu kan pasti dipeti eskan?
Mad Bullah :
Nah....... apriori seperti sampean itu cak.....yang membuat, aparatur negara kita tidak pernah bisa bekerja dengan baik, karena rakyatnya selalu membangun mosi tidak percaya, sedang yang dituntut bagaimana caranya mereka bekerja dengan baik, ya tidak bisa dong........biarkan dulu mereka bekerja, baru kita evaluasi

Cak Kasab :
Oke...oke....aku paham, cuman jawaban sampean itu, kayak ngambang gitu.....pasti ada rahasia lain kenapa sampean tidak ikut unjuk rasa, ayo jawab yang jujur sampean itu mursid lho ya.....
Mad Bullah :
Benar kan? Orang sudah berkata benar masih saja dicurigai.....

Cak Kasab :
Abis jawaban mas itu datar datar saja, kayak bukan jawaban seorang sufi, ayo dong mas jelasin kenapa sampean gak ikut ngluruk....
Mad Bullah :
Subhanallah....................baiklah, sebenarnya ada juga sich keinginan datangi Ahok, cuman bukan mau marah melainkan ngucapin “terimakasih”

Cak Kasab :
Lho kok malah ngucapin terimakasih, yang bener aja mas.....itu berbahaya, didengar orang islam sampean itu bisa dihabisin!
Mad Bullah :
Sampean itu orang islam apa orang yahudi atau orang nasrani sich? Kalau orang islam kenapa sampean kok tidak menghabisi aku saja seorang diri, biar gak jadi issu nasional? Takut ya kalau sendirian....jadi islam itu beraninya kalau kumpul kumpul sampai mencapai satu juta, baru pede melawan satu orang, gitu.......? gak lucu tauk!

Cak Kasab :
????
Mad Bullah :
maksudku begini, Surat Al Maidah ayat 51itu sejak 1438 tahun yang silam kan sudah ada, tetapi mengapa kita baru merasa memiliki dan baru nyadar kalau menempatkan pemimpin yang tidak seagama itu sama halnya dengan menggolongkan stafnya sama dengan pemimpinnya, Memang sich secara ucapan Ahok itu menistakan agama, tapi secara perbuatan justru pejabat yang menempatkan pimpinan non muslim pada staf yang mayoritas muslim itu sama dengan penistaan agama...belum lagi kita sendiri sebagai pemberi suara saat pemilu yang memilih pemimpin non muslim sampai bisa terpilih dan memangku jabatan politik itu bisa juga dikatagorikan  menistakan agama......pokoknya awak awak iki pelaku penistaan agama yang sebenarnya. Bukan mereka yang keceplosan ngomong....

Cak Kasab :
????
Mad Bullah :
Hampir setiap kita ummat muslim secara perbuatan menistakan agama, Allah tidak menyuruh korupsi kita tetap saja korupsi......itu namanya menistakan agama, kalau gak ingin disebut menistakan agama keluar saja dari islam karena islam tidak mengajari korupsi, tapi bangsa ini kan sudah terlalu nyaman dengan menghakimi setiap pendusta agama itu dengan “apa yang mereka ucapkan” bukan apa yang mereka lakukan......aliran sesat misalnya, kan mereka salah ngomong mengaku tuhan mengaku nabi, padahal dibalik pengakuannya itu dalam praktiknya dia tidak punya kekuasaan sama sekali, ada kalanya orang itu selalu meneriakkan Allahuakbar, tapi perbuatannya melebihi kekuasaan Allah. Semua apa katanya, kalau Allah yang Maha Kuasa dan Maha Besar saja, masih ada Rakhman –Rakhimnya berupa pengampunan, tapi mereka yang menjadikan dirinya Tuhan yang tampak justru “tiada maaf bagimu” secara logika semestinya yang sesat itu diarahkan bukan dihabisi. Yang bener saja masa polisi melihat ada pengendara salah jalan langsung ditembaki? Kan biasanya diarahkan....ke jalan yang benar.

Cak Kasab :
Lalu mas tadi bilang mau bilang terima kasih itu, maksudnya apa?
Mad Bullah :
Maksudnya gine lho cak  Surat Al maidah ayat 51 menjadi sangat populer dan dipahami oleh sebagian besar ummat islam di Indonesia gara-gara Ahok comen, padahal para Ulama,Kyai,Ustat dan Guru Mengaji sering mengungkap tentang makna ayat tersebut, tetapi tidak satupun dihiraukan, buktinya mereka fun fun saja memilih pemimpin yang non muslim dan yang tidak kalah menariknya adalah akibat dari koar-koar Ahok surat Al Maidah ayat 51 baru diketahui bahwa satu satunya yang menafsir “auliyah dengan sebutan Pemimpin” adalah Departemen Agama Republik Indonesia, sedang tafsir secara internasional seperti Abdullah Yusuf Ali, Ibnu Katsir menyebutnya dengan istilah “friend and protector” = pertemanan atau persahabatan. Tafsir versi Depag kalau di Internasionalkan agak rancu apabila digunakan, sebab apapun alasannya islam itu identik dengan Rakhmatan lilalamin, lalu apa jadinya kalau ternyata islam itu sudah bersifat Ekslusif?

Cak Kasab :
Nah sekarang aku mulai nyambung mas, benar apa yang mas sebutkan tadi, buktinya kita jadi anggota PBB,UNICEP,UNESCO dan organisasi iternasional lainnya yang rata-rata pemimpinnya non muslim, yang didalam keanggotaannya ada dari Timur Tengah,Emirat Arab,Malaysia,Brunai dan Indonesia sendiri, mereka tidak gerah ya dikatakan termasuk golongannya?
Mad Bullah :
Ya begitulah fakta dan kenyataannya, kadang kita mempermasalahkan yang kecil-kecil sedang yang besar-besar dianggap bukan domainnya

Cak Kasab :
Sebenarnya seperti apa sich mas, kedudukannya?
Mad Bullah :
Ya sebenarnya surat dan ayat itu Allah turunkan disaat terjadinya perang tabuk-uhud dimana seorang tokoh munafik bernama Abdullah bin Ubay bin Abi Salul membangun masjid tandingan tempat berkumpulnya orang Yahudi dan Nasrani menghimpun kekuatan melawan Pasukan Nabi Muhammad SAW, sehingga Allah melarang dan membatasi ummat Muhammad SAW berteman dan bersahabat dengan mereka (dalam strategi perang agar ada kejelasan mana lawan dan mana kawan,disamping itu agar tidak ada bocoran informasi penting) akan tetapi 2 bulan kemudian atau paska peperangan Rosulullah Muhammad SAW dengan kemulyaan Akhlaknya jiwa kenegarawannya yang luar biasa justru orang-orang nasrani dijadikan sahabat dalam membangun kerjasama perekonomian diantaranya bernama Yuhana bin Raibah

Cak Kasab :
Subhanallah.......aku menjadi sangat terharu mendengarnya mas,kalau begitu Depag itu salah banget ya mas menafsir Auliya dengan sebutan pemimpin?
Mad Bullah :
Ya gak juga......

Cak Kasab :
Lho kok nggak salah mas?
Mad Bullah :
Abis kalau yang dimaksud pemimpin itu adalah pemimpin sholat, misalnya orang yahudi atau nasrani jadi imam sedang kita berada dibelakangnya sebagai makmum?

Cak Kasab :
Kwakak...kak.....kak...... sampean bisa aja mas.......sungguh sampean seorang tersangka yang tidak disangka-sangka? #kasabullah

Sabtu, 08 Oktober 2016

Kedai Sufi Kasabullah jilid 11



 APABILA AHOK MULAI MENOHOK

Oleh : R. YUDHISTIRA RIA, M.MPd *)



Seandainya Rhoma Irama hadir pada saat Gubenur DKI Ahok menyinggung Surat Al Maidah ayat 51 dalam suatu pertemuan dinas di Kepulauan Seribu beberapa hari yang lalu  pasti akan direspon dengan “Terlalu”. Kejadian tersebut tidak bisa kita terima sebagai suatu insiden biasa yang tidak direncanakan, seperti halnya kita terpeleset disaat melewati jalan becek,  sebab untuk mencari tafsir ayat yang sesuai dengan apa yang dimaksudkan kemudian dihafalkan itu memerlukan waktu yang cukup. Jadi kalau kita manggut manggut saja saat tim advokasinya atau tim suksesnya mengklarisifikasi dengan kata tidak sengaja, berarti kita sudah mau dibodohi untuk kali ke sekian. Apalagi jauh sebelumnya tim sukses Ahok  udah woro woro agar para kandidat Calon Gubenur DKI 2017  saat kampanye tidak membawa-bawa unsur agama atau berbau SARA.  

Cak Kasab :
Terbukti kan mas apa yang saya sangkakan dulu........ya gitu itu akhirnya kalau kita memilih pemimpin, yang bukan dari kalangan kita........pasti bendol buri dan menohok kita juga.
Mad Bullah :
Kalau Ahok bukan dari kalangan kita.....emangnya dari planet lain?
Cak Kasab :
Emang sich Ahok itu orang Indonesia, tapi bukan putra daerah melainkan keturunan Tionghua,  kafir lagi......
Mad Bullah :
gine...gine cak biar sampean itu gak asal benci, soal yang sampean sebut tadi  itu gak boleh dicomen sedikitpun, karena itu wilayah kekuasaan Allah yang menakdirkan Ahok dilahirkan dari rahimTionghua bukan atas permintaan Ahok, begitu juga soal agama....siapapun orangnya kebayakan mengikuti agama orang tua, ayo jawab yang jujur sampean beragama Islam dari mana? Coba sampean dilahirkan dari rahim Tionghua apa bisa protes gak mau? Maka dari itu sampean jangan asal cuap cuap biar dosanya gak tambah banyak.....lagian Ahok itu bukan kafir tapi syirik karena mengakui adanya Tuhan selain Allah, sedang Kafir itu sama sekali tidak mengakui adanya Tuhan  
Cak Kasab :
Iya udah......bubar,  kalau sampean udah jelasin gitu......... buat apa lagi kita diskusikan, kan berarti Ahok gak salah dong....
Mad Bullah  
Kok sampean jadi sensitif begitu cak...... , “Dhoful aqli wa quwwatul hawa” lemahnya akal dan kuatnya nafsu.  Apa kebencianmu terhadap Ahok begitu hebatnya membutakan  nuranimu sampai sampai akal sehatmu menjadi lumpuh?
Cak Kasab :
Abis mau apalagi,bener kan?
Mad Bullah :                                                                                                                     
Ya gak benerlah.......Aku ada di sini nich tujuannya mau mengadili kesalahan Ahok, bukan mau mengajak sampean  membenci Ahok.........maksudku kesalahan Ahok itu soal pernyataannya tempo hari itu yang sudah melukai ummat islam dan itu tidak ada kaitannya dengan faktor keturusan maupun agama

Cak Kasab :
Ooo gitu maksudnya, terus?
Mad Bullah :
ya kalau menurut aku, Ahok itu jelas salah cak...... karena sudah melampaui batas menafsir nafsir ayat al qurkan untuk menguntungkan dirinya secara moral........belum lagi soal nyuri start, black dan melukai perasaan umat islam

Cak Kasab :
Kalau gitu kita pantas ya mas, menurunkan Ahok secara paksa dari jabatan gubenur dan  menarik pencalonannya pada  pilgub DKI 2017
Mad Bullah :
Nah di situ itu yang selalu aku kawatirkan, kenapa setiap ada masalah kok jalan keluarnya selalu menggunakan metode  itu itu saja? Coba sampean ingat-ingat saat Harga naik kan   jalan keluarnya pasti unjuk rasa dengan membawa spanduk besar-besar bertuliskan hujatan,membakar ban,menutup jalan dan kadang merusak fasilitas.....ntar ada aliran sesat metodenya sama,korupsi juga sama, penggusuran juga sama, bahkan plecehan sexual yang dilakukan pejabat atau guru ngajinya  juga sama, kalau soal kenaikan harga masih masuk akal karena menyangkut hajat orang banyak, lho ini soal perselingkukan yang “korbannya” bahkan bisa dibilang bukan korban karena suka sama suka. Apa kita benar-benar kehabisan cara? Ahok itu kesalahannya karena sudah melampaui batas, jadi kalau kita gunakan upaya-upaya kekerasan itu namanya setali tiga uang dengan apa yang dilakukan Ahok, sama melampaui batas
Cak Kasab :
Kalau menurut sampean gimana mas?
Mad Bullah :
Kalau menurut aku? Ya disarankan saja ke Ahok  agar segera minta maaf secara terbuka dan tertulis kepada seluruh ummat islam dan mempertanggujawabkan kepada KPUD atas kelalaiannya mencuri start dan kamapanye hitamnya
Cak Kasab :
Kalau misalnya Ahok gak mau mas, karena merasa tidak menistakan agama dan melukai perasaan umum islam?
Mad Bullah :
Kalau gak mau, ya melaui jalur hukum saja, toh kita negara hukum biar Ahok dijerat pidana Pasal 156a KUHP dan Pasal 4 UU No. 1/PNPS Tahun 1965,"
Cak Kasab :
Pasal yang sampean sebutkan itu fungsinya untuk apa mas?
Mad Bullah
Ya untuk memudahkan tekhnis pelaporan saja cak......., agar mudah ngurus kesalahannya bahwa apa yang dilakukan Ahok itu sudah masuk ke wilayahnya hukum pidana karena melakukan  pelanggaran penodaan terhadap salah satu Agama dengan cara mempengaruhi melalui penafsiran yang menguntungkan untuk kepentingannya sendiri
Cak Kasab :
Oh ya......mas,  setelah aku  pikir-pikir Ahok itu, kayak  kena walatnya Rhoma Irama ya, dulu Rhoma Irama dengan timnya kan  juga dilaporin,karena mengandung sara
Mad Bullah :
Huuuus...Rhoma Irama dan manusia lainnya tidak akan pernah bisa memberi mudhorot / walat kepada siapapun karena membalas kebaikan dan keburukan itu hak priogratifnya Allah, .....dengan hal yang setimpal, kalau dulu pernah masalain agama sebagai issu sara kepada Rhoma Irama, maka balasan yang setimpal akan kena  kasus yang sama begitu kira-kira..........Tapi yang yang dilakukan Ahok ya beda ach? Kalau Rhoma Irama itu dulu kan ceramah pada saat jadi khotib Sholat Jumat, komunitasnya ekslusif hanya orang islam saja tempatnya tertutup dan beliau paham dengan apa yang dibicarakan. Buktinya mana ada sanksi yang diterima baik dari KPU maupun dari Pengadilan
Cak Kasab :
Oh kalau begitu sanksinya Ahok ini berat ya mas
Mad Bullah :
Ya beratlah..karena akibat dari  kasus tersebut  Ahok harus menjalani hukuman  menggendong Anis Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono keliling Jakarta dua kali putaran, setelah itu boleh pulang kampung selamanya.
Cak Kasab :
?????

*) Pemimpin Pusat dan Guru Besar Lembaga Dzikir Kasabullah Indonesia

Jumat, 07 Oktober 2016

Kedai Sufi Kasabullah Jilid 10




PARANORMAL YANG SEMAKIN TIDAK NORMAL

Oleh : R. YUDHISTIRA RIA, M.MPd *)

“Kasian dech lhoh” sebutan yang paling pantas disandang oleh saudara-saudara kita yang berprofesi sebagai Paranormal, bagaimana tidak ? sejak kehadirannya di Negara Kesatuan Republik Indonesia,yang penduduknya dikenal dengan keluhuran budi pekerti serta keramah tamahannya itu ternyata tidak berbanding lurus, sebab mereka yang memilih profesi sebagai paranormal hampir tidak punya tempat untuk berdiri tegak apalagi bernafas lega. Hampir semua penduduk yang menyandang gelar “paling ramah” di muka bumi begitu sadisnya “mencibir” dengan penuh kebencian. Sehingga sekuat apapun upaya praktisi Paranormal memperbaiki citranya dengan membentuk komunitas, merevisi nama panggilan dengan sebutan yang lebih keren seperti mentalis, sugested, illusion,supranatural dan metafisika tetep saja mereka memanggil “dukun” sebagai model yang berkonotasi miring, kalau tidak cabul ya syirik,kalau tidak syirik ya klenik, kalau tidak klenik ya penipu kalau tidak penipu ya sesat.akhirnya tamat.
Cak Kasab :
sudah baca berita tentang Kanjeng Dimas Taat Pribadi?
Mad Bullah :
nah itu dia cak.......yang sangat aku sesalkan.....
Cak Kasab :
kok disesali mas, emangnya masih ada hubungan keluarga?
Mad Bullah :
ngawur wae sampean itu cak-cak.....
Cak Kasab :
Abis kalau gak da hubungan keluarga ngapain juga sampean sampai menyesal segala?
Mad Bullah
syukur alhamdulillah orang kayak sampean itu jumlahnya sedikit......coba banyak aku gak bisa ngebayangin, kayak apa kacau balaunya dunia ini.....sampean itu cak gak pernah berpikir barang sejenak? kalau akibat dari kejadian tersebut korban yang terbunuh ternyata bukan hanya 2 orang saja, tetapi ribuan cak........
Cak Kasab :
Masyaallah mas....ribuan? Emangnya pak polisi udah berhasil mengungkap korban-korban yang lain, kok begitu banyaknya? Hebat juga ya polisi kita itu......
Mad Bullah :
Bukan gitu maksudku, cak.....paranormal itu kan jabatan profesi, tentunya bukan satu atau dua orang saja yang menggantungkan hidupnya pada pekerjaan itu, tetapi ratusan ribu....
Cak Kasab :
Terus masalahnya dimana?
Mad Bullah :
Masalahnya......seingatku sejak awal profesi paranormal itu dijadikan jalan hidup sebagai mata pencaharian untuk mencukupi ekonomi anak,istri bahkan orangtua dan kerabatnya, statusnya kan gak pernah mapan karena selalu “dinajisi”, mereka yang berpendidikan tinggi malah menunjukkan kalau pendidikannya sangat rendah dengan mencaci maki, kalau paranormal itu ngajari gak rasional dan gak ilmiah, mereka yang mengaku menguasai pengetahuan agama malah mengkapling pada situasi yang mengenaskan dengan sebutan syirik, begitu juga dengan para medis menghantam tidak karua-karuan sebagi suatu hal yang omong kosong dan tidak mengenal apa itu treatmen. Lalu apanya gak babak belur? kalau Statusnya mulai dulu udah gak disenengi malah sekarang ditambah dikotori oknum seperti kejadian di Probolinggo itu,apanya gak kiamat....menurutku yang pasti status kebencian publik bakal naik lagi cak dari siaga ke waspada dan malapetaka.....
Cak Kasab :
Ha...ha.....ha....mas mas,...... sampean nich ada-ada saja kayak gunung mau meletus saja pakai status warning segala
Mad Bullah :
Makanya sampean itu jangan tidur melulu, biar otaknya tidak tumpul
Cak Kasab :
Abis sampean buat istilah aneh aneh
Mad Bullah :
Ayo sampean mulai berpikir dan mengingat-ngingat, siapa saja paranormal yang tersandung kasus
Cak Kasab :
Ya banyaklah mas, cuma yang masih mengiang-ngiang di telingaku itu kayak Eyang Subur, Guntur Bumi,Gatot Brajamusti dan yang terakhir Kanjeng Dimas Taat Pribadi
Mad Bullah :
Nah itu dia yang bikin aku kecewa, akibat perbuatan oknum-oknum itu akhirnya mereka yang awalnya membenci paranormal sudah mulai tertidur, malah sekarang terbangun lagi dan menjadikan peristiwa itu sebagai tesis pembenaran atas dugaan dugaan yang disangkakan selama ini sejak zaman bahulah
Cak Kasab :
benar juga mas....aku sekarang mulai nyambung dan ikutan bersimpati dan berempati, bagaimana nasip kehidupan paranormal yang benar-benar menekuni profesinya sebagai jalan hidup untuk menafkai keluarganya?
Mad Bullah :
Ya syukurlah kalau sampaian mulai nyambung.....kalau sampean ingin tahu bentuk orang jahat itu seperti apa? ya kayak gitu......, akibat ketamakan pribadinya akhirnya membuat orang lain menjadi lebih sangat menderita....... Aku jamin dech...sejak peristiwa yang bertubi-tubi kayak gitu, masyarakat atau calon pasien mau tidak mau sudah mendapat sangsi moral, maksudnya calon pasien sekarang bukan lagi takut ditipu oleh paranormal, melainkan takut dicibiri masyarakat kalau sampai berhubungan lagi dengan paranormal, padahal diantara mereka yang memilih paranormal sebagai jalan keluarnya itu rata rata akibat dari situasi ekonomi yang tidak mendukung, mau berobat ke dokter pakai ratusan ribu rupiah, sedang kepada paranormal/dukun kadang cukup membawa beberapa bungkus rokok atau selayang pandang Rp. 50.000 – 100.000, itu yang aku ketahui di kampung sini
Cak Kasab :
Masyaallah......masyaallah kok aku tambah sedih saja, mendengarkan sampean ngebahas rasa keprihatinannya kepada masa depan paranormal atau dukun itu mas.... Oh ya, tadi mas sempat menyebut, nama-nama yang ikutan melumpuhkan nasib paranormal seperti pemuka agama,para cendekia dan para medis....itu maksudnya gimana?
Mad Bullah :
Ya karena mereka juga yang sering aku dengar comen di koran, di tv di media sosial terhadap profesi paranolmal sebagai profesi tipu,tipu,menjijikkan,menyesatkan. Padahal setiap apapun pasti ada “oknum” yang Allah bentuk untuk menguji kita sebagai makluk yang mulia karena diberi akal untuk berpikir. Siapa yang teruji dialah yang terpuji dan berhak untuk selalu bersama Dzat Yang maha terpuji yaitu Allahurobbi, akan tetapi barang siapa yang tidak tahan uji maka dialah yang akan masuk jeruji dan dijauhi Allahurobbi
Cak Kasab :
Trus..trus..aku belum paham mas
Mad Bullah :
Maksudnya semua itu menjadi sunnatullah ada min plusnya, seperi manusia ada yang baik dan ada pula yang jahat ,begitu juga jin ada jin muslim (baik) dan jin kafir (buruk), termasuk juga paranormal ada yang baik dan ada yang buruk, lalu kenapa saat yang muncul ke permukaan itu paranormal yang buruk, kita lalu koar-koar dengan penih kebencian agar paranormal yang baik juga dihabisi? Dokter ada yang mall praktek, bahkan ada yang jualan organ tubuh tapi kita tidak benci kepada institusi kedokterannya, pejabat ada juga yang menipu rakyatnya jumlahnya juga trilyunan, tapi biasa saja. Kyai atau pemuka agama juga tidak kalah serunya menipu santrinya dan umatnya.......semuanya menurutku itu biasa terjadi karena Allah memang merekayasa begitu agar kita berpikir,agar kita berhikmah, agar kita merapat kepada Allah untuk meminta perlindungan dari perbuatan jahat semacam itu....itu rencana besar Allah untuk menguji kita, mengapa kita menjadi terjebak untuk berbuat dosa yang lebih banyak? Dengan ikut ikutan menghujat......hujat tuh koruptor yang jelas jelas merampok uang kita.
Cak Kasab :
Lalu apa benar dukun itu syirik, mas?
Mad Bullah :
Syirik atau mentuhankan selain Allah, bukan berada pada dukun,bukan terletak di keris,bukan bertengger di harta,bukan kongkow kongkow di akik,bukan bersemedi di kuburan atau apa saja. Syirik itu terletak pada konsep hati kita apakah yang disebut tersebut akan kita jadikan tuhan? Kalau tidak? ngapain sampean takut dengan sesuatu yang sampean sendiri tidak melakukannya? cuma berdasar omongan dari orang-orang yang asal ngomong?
Cak Kasab :
Katanya kalau percaya ke dukun atau paranolmal itu syirik mas,karena dukun kerjaannya ngeramal
Mad Bullah :
Hai sampean dengar ya biar gak asal comen dan ngacou aja........pernah gak sampean ke paranormal atau dukun, lalu paranormalnya bilang gine pasien ini 3 bulan lagi meninggal, gak kan? Tapi sampean dengerin tuh di rumah sakit...berapa ribu kali kita dengar dari dokter yang udah mastiin kematian pasien? Banyak kali dan kita hanya manggut-manggut saja tanpa bersyungut sungut kalau percaya kepada apa yang dikatakan dokter itu suatu kesyirikan ......belum lagi ramalan-ramalan dokter soal pasien ini akan buta...akan lumpuh...akan tuli....padahal semuanya belum terjadi, kan? apa itu bukan ramalan....apakah kita katakan itu suatu kepastian? emangnya Tuhan?.
Cak Kasab :
Masyaallah...masyaallah ya mas....tobat aku, terus gimana dengan mempercayai adanya kekuatan pada benda ini pada benda itu,pada orang ini atau orang itu?
Mad Bullah :
Bagus itu......, emangnya kenapa? Sampean percaya gak tanganmu bisa ngangkat tas? Tapi sampean tidak syirik kan? Kenapa karena sampean tidak mentuhankan tanganmu,sampean percaya tidak kalau menteri keuangan dipegang Sri Mulyani ekonomi Indonesia bakal baik? Tapi Sri Mulyani bukan tuhanmu kan sekalipun sampean percaya, sampean percaya tidak kalau anak sampean sakit dibawa ke dokter bakal sembuh? Lalu kenapa setelah ada orang percaya kalau paranormal ini atau dukun itu bisa mengatasi masalahnya semua orang menjadi ribut? Mencegah,menghadang,menghujat dengan alasan syirik? Jawabannya karena kita begitu bodohnya terhadap suatu ilmu sehingga kita mau saja dibodohi untuk menjadi pionnya dokter menghatam dukun agar hanya berobat kepadanya,kita jadi skak sternya mereka yang berada dibarisan agama,agar hanya berkonsultasi kepadanya,kita jadi astrupnya merena yang mendalami hal-hal ilmiah agar hitung-hitungannya jelas........
Cak Kasab :
Subhanallah....gimana dengan keris mas?
Mad Bullah :
Lho kok pakai nanya lagi? Tadi kan udah disebutin....benda apapun itu gak bakalan memaksa dan menjadikan kita syirik, itu benda mati....gak bisa ngomong,gak bisa gerak, seekor monyet saja yang bergerak dan bisa bunyi gak pernah bakalan berhasil menyuruh kita syirik kok, apalagi keris? Semua berpulang kepada konsep dan akal kita saja yang ngebuat semuanya jadi syirik atau ngebuat semuanya menjadi tambah tauhid kepada Allah SWT. Apalagi keris itu terbuat dari besi logam yang kuat, Allah sendiri bilang kan ? ...wa anjannal hadid fihi ba’sun sadid..(aku menurunkan besi dan di dalam besi itu ada kekuatan) soal besi itu ditempa sedemikian rupa oleh leluhur kita ya itu hanya sebagai salah satu hadiah dari Allah saja berupa fadhilah (kemampuan) tapi aslinya besi kan memang punya kekuatan buat kendaraan,pabrik, alat-alat berat. ya sama saja dengan kita berdoa yang di depannya ada air minum atau makanan itu sebagai ma’yah, agar Allah berikan kekuatan kepada kita. Memang secara akal sehat,rasional dan ilmiah selembar kertas tidak akan mampu menghabisi sekelompok manusia jahat, tetapi kalau secarik ketas itu berisi tanda tangan Presiden atau Pucuk Pimpinan Densus 88, seberapa jumlah terorisnya akan dihabisi.....
Cak Kasab :
Siap mas,aku sekarang udah gak mau ikut-ikutan membenci paranormal yang lagi jadi trending topik, agar nasib paranormal yang sejak zaman dulu kala tidak normal menjadi semakin tidak normal.
Mad Bullah :
ya....tapi aku gak menyuruh sampean berteman dengan Eyang Subur,Guntur Bumi,Gatot Brajamusti apalagi Kanjeng Dimas Taat Pribadi........
Cak Kasab :
???
*) Pemimpin Pusat dan Guru Besar Lembaga Dzikir Kasabullah Indonesia

Minggu, 02 Oktober 2016

Kedai Sufi Kasabullah 9


1 MUHARROM SEBAGAI HARI KERIS NASIONAL

Oleh : R. YUDHISTIRA RIA, M.MPd 
Pemimpin Pusat dan Guru Besar Lembaga Dzikir Kasabullah Indonesia


Menyandang status “ tiri ”, tidak hanya menjadi milik pribadi anak berkondisi khusus, pergantian tahun hijriyah merasa dianak tirikan juga, dibanding pergantian tahun masehi. Buktinya walau sekarang tahun baru islam 1 Muharrom 1438 H, mana ada penyambutan special dari kita yang mengaku mayoritas islam itu? Semua tampak adem ayem seakan tidak ada peristiwa penting apapun. Beda dengan pergantian tahun baru masehi (umum) dari rakyat jelata hingga Presiden yang berkuasa terhipnotis merayakan, para pebisnis jor-joran memberi discon, setiap mall memajang aneka pernak pernik spektakuler,berbagai hadiah, door price bertaburan, artis manggung di mana-mana, sedang pejabat lebih memilih tempat strategis di kantong-kantong Dapil meniup terompet bersama massanya disaat jarum jam menunjukkan nol nol, bahkan detik-detik pergantian tahun baru itu, begitu dramatis dan menegangkan sekali, manakala presenternya menghitung bersama-sama... lima...empat... tiga....dua..... treeet....... treeet.......treeet bunyi terompet bersautan memecah gendang telinga,kembang api menari nari di udara menampilkan keragaman pelangi menyinari bumi pertiwi, seakan memaksa pelopak mata tidak terkatup pulas,semua harus tampak gembira sekalipun milyaran rupiah uang rakyat dibakar percuma.
Cak Kasab :
Mas kampung sampean ini rodho aneh ya.....? hampir semua bapak yang sepuh sepuh pada ngerawat pusaka.........
Mad Bullah :
Apanya yang aneh cak kasab, menurutku itu bagus.....
Cak Kasab :
bagus gimana mas, itu syirik lho mas?
Mad Bullah :
husss......... aku beri tahu sampean ya, kalau gak tahu hakikatnya syirik..... jangan segampang itu menuduh syirak syirik kepada orang lain...itu dosanya.....luar biasa lho cak!
Cak Kasab :
Iku nyata mas........, saya lihat dengan mata kepala saya sendiri......mereka memuja muja keris peninggalan leluhurnya
Mad Bullah
ok...ok.... sampean tahu gak sich syirik itu apa....... syirik itu cak “menyamakan selain Allah dengan Allah dalam hal-hal yang merupakan kekhususan Allah, seperti berdoa kepada selain Allah disamping berdo’a kepada Allah
Cak Kasab :
Tapi mereka kan memuja dan berdoa kepada kerisnya mas?
Mad Bullah :
Ya itu yang namanya fitnah...... asal tahu saja ya....yang sampean nilai tadi itu jazatnya cak, sedang yang Allah nilai itu adalah qolbunnya (hatinya) ‘Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada tubuh kalian dan tidak pula kepada rupa kalian, tetapi Dia melihat kepada hati kalian.” ( Muslim) ..... sampean tahu gak sich hati bapak yang sampean liat tadi itu....kalau gak tahu...kok segampang itu menuduhnya? sampean gak tahu apa-apa soal merawat keris, tapi merasa sok pinter tentang keris,akhirnya tindakan sampean itu hanya akan membuat kekacauan, kericuhan dan kegelisahan saja. Lain dengan Rosulullah Muhammad Shallallahu Alaihi wa Alihi Wasallam, mengapa setiap beliau menjumpai suatu hal yang aneh-aneh beliau meresponnya dengan makruf? Jawabannya karena beliau orang yang berilmu sehingga akalnya digunakan untuk berfikir, lalu mengapa ada sebagaian orang selalu membuat keributan saat menemukan sesuatu yang berbeda dengan pemahamannya? Karena mereka tidak menggunakan akal, melainkan okol untuk menyelesaikan perbedaan yang dihadapi, ini contoh kecil, dalam menyikapi firman Allah SWT
وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا
“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu ialah milik Allah. Maka janganlah kalian menyembah sesuatu pun di dalamnya selain Allah.” (QS. Al-Jinn: 18)
Kadang kita marah habis-habisan melihat tingkah polah orang lain disaat selesai mengaji, mencium al Quran tersebut beberapa kali, alasannya agar mereka tidak musrik karena baru saja melakukan kesyirikan, masyaallah mengapa kita berpikir begitu dangkalnya?
Cak Kasab :
Habis kalau gak syirik.....mau disebut apalagi....mas?
Mad Bullah :
Sampean ingat gak cak? saat berpacaran dulu.. Foto,surat ,souvenir dan warna-warni di kamarmu, semua mewakili kesan pacarmu kan? Sebentar bentar surat itu diambilnya, dibaca berulang ulang setelah itu diciumnya beberapa kali. Yang ingin saya tanyakan pada sampean “apakah kelakuan sampean yang kayak gitu menduakan pacarmu atau sampean melakukan kesyirikan terhadap gendaanmu"? atau sampean merasa lebih bahagia dan nyaman dari bertemu aslinya? Kalau tidak....kenapa
orang lain sibuk dengan urusan kita yang tidak sesuai dengan anggapan mereka ? sampai tega-teganya menuduh sampean berselingkuh /syirik terhadap pacarmu dengan secarik surat? Begitu juga dengan sampean kenapa begitu keji dan cerobohnya menuduh bapak-bapak itu syirik? Padahal apa yang dilakukan itu semata-mata mengingat dan mencintai Allah bukan justru menyingkirkan keimanan kepada Allah
Cak Kasab :
Masyaallah....tobat...tobat aku gak gitu lagi mas
Mad Bullah :
Justru bapak-bapak yang sampean tuduh syirik itu, lebih heboh dari kita soal pemahaman agamanya.......buktinya mereka ingat 1 Suro /1 muharrom 1438 sedang sampean ingatnya cuma 1 Januari 2017 padahal sampean sudah merasa lebih baik dari bapak bapak itu kan?, untungnya di Indonesia ini masih ada pulau jawa dan madura yang mencintai keris,sehingga 1 suro atau tahun baru Islam selalu diingat sekalipun melalui perantaraan memandikan keris.....hehe ayo jangan resek lagi entar disyirikin, lantaran mandikan keris masih menunggu waktu muharram? Apa bedanya dengan kita mau mandikan burung masih menunggu esok hari? Apa bedanya dengan kita menunggu ganti oil kendaraan setelah mencapai 5000km? Ayolah kita semuanya lebih dewasa lagi dalam menahan diri untuk tidak membuat kekacauan di muka bumi dengan tidak menjadi lebih kuasa dari Allah SWT yang benar benar Maha Kuasa, agar tidak lebih berwenang dari Rosulullah Muhammad Shallallahu Alaihi wa Alihi Wasallam yang Allah SWT benar benar beri wewenang........
Cak Kasab :
Masyaallah, coba tidak ada bapak yang saya remehkan itu......pastilah Muharraman hilang ya mas di bumi nusantara ini......hehehe kalau begitu aku beli keris saja mas
Mad Bullah :
Ya gitu itu gayanya sampean cak.....kalau udah sedikit paham, maunya ikut-ikutan....entar setelah kesandung kayak Marwah Daud yang mengelola yayasan milik Kanjeng Dimas Taat Pribadi...pas merasa gimana gitu?
Cak Kasab :
Salah lagi....mas. ok ok.... gimana kalau sudah gitu mas?
Mad Bullah :
Ngapain mesti kecewa?.....bangga sajalah, ngapain mesti malu,ngapain merasa bersalah? Toh yang dikelola yayasan anak yatim.... tujuannya mulia empati kepada anak yatim itu perintah Allah, disisi lain setiap badan hukum berlabel yayasan, pastilah donaturnya bersifat umum bukan dari kanjeng Dimas Taat Pribadi saja, maka dari itu buat apa ibu Marwah Daud mesti “kayak apa apalah gitu” dilanjut saja.....bu Marwah, hehe “doaku menyertaimu,ibu.. “ gak usah dengerin orang yang usil, sebab mereka masih sibuk ngusilin orang sampai lupa, kalau ngurusin anak yatim itu lebih mulia dihadapan manusia dan Allah.
Cak Kasab :
Lalu kenapa orang jawa dan madura mesti memandikan keris pada 1 suro atau 1 muharram,mas?
Mad Bullah :
Itulah kehebatan orangtua kita begitu sensitifnya memanfaatkan moment,sehingga nanti mau tidak mau keturunannya akan melakukan hal sama atas dasar firman Allah SWT “Sesungguhnya jumlah bulan di sisi Allah adalah 12 bulan (yang telah ditetapkan) di dalam kitab Allah sejak menciptakan langit dan bumi. Di antara 12 bulan tersebut terdapat 4 bulan yang suci. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kalian menzhalimi diri kalian pada bulan-bulan (suci) tersebut.” (QS. At Taubah : 36) atau jelasnya berdasar hadits Rosulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa alihi sallam “Satu tahun itu dua belas bulan. Diantaranya ada empat bulan harom. Tiga bulan berturut-turut; Dzul qo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. Satunya lagi adalah bulan Rajab yang terleletak antara bulan Jumada Tsani dan Sya’ban.” Dengan momen tersebut orang tua kita begitu cerdasnya mengambil hikmah ”kramat” untuk mendekatkan diri kepada Allah, diantaranya sebelum melakukan pencucian/memandikan keris terlebih dahulu berpuasa, hal ini juga mengikuti harapan Rosulullah Muhammad SAW
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ“Puasa yang paling afdhol setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada Syahrulloh al-Muharram.” Kemudian saat memandikan membaca surat-surat pendek termasuk juga bertawassul kepada Nabi Muhammad SAAW, Syekh Abdul Qodir Jalaini, kepada para leluhur (orangtua yang yang mendahui) dan banyak berdzikir.
Dengan pengambilan hikmah pada waktu yang tepat maka,anak keturunannya kelak sudah tidak lagi ribet mencari dalil-dalil yang penting pada bulan Muharram berpuasa,berdzikir dan melakukan kebaikan,titik. seperti halnya kita sarapan pagi saja,kan sebelum dewasa tidak tahu kalau sarapan pagi itu fungsinya untuk menjaga stamina tubuh beraktifitas di siang harinya, yang terbesit dalam pikiran disaat itu pokoknya yang penting pagi hari makan.
Cak Kasab :
kalau memang memandikan keris di 1 suro atau 1muharram menurut sampean tidak syirik,lalu kenapa sampean sepertinya keberatan kalau saya ikutan beli keris?
Mad Bullah :
Masalahnya, sampean itu cak ..... walau tanpa kerispun pada bulan Muharram ini, sudah bisa puasa, berdzikir dan beramal sholeh dengan baik, lalu kenapa sampean masih mau memilih jalur ribet?
Cak Kasab :
Oh kalau begitu, berarti sampean itu dalam melaksanakan ibadah lebih memilih jalur ribet ya mas? buktinya di rumah sampean banyak kerisnya........
Mad Bullah :
O kalau itu beda cak, hanya untuk peringatan 1 Muharram sebagai Hari Keris Nasional
Cak Kasab :
?????
#muharram

Selasa, 27 September 2016

Kedai Sufi Kasabullah jilid 8


3 SELAWAN KOK DIBILANG 3 SEKAWAN

Oleh : R. YUDHISTIRA RIA, M.MPd 
Pemimpin Pusat dan Guru Besar Lembaga Dzikir Kasabullah Indonesia

Sekalipun Cak Kasab dan Mad Bullah bukan Anggota Dewan yang terhormat, tetapi sensitifitasnya terhadap berbagai persoalan sosial yang terjadi di masyarakat melebihi beliau yang berkantor di Senayaan tadi. Diskusi Cak Kasab dan Mad Bullah di kedai sufi begitu akrap,supel dan nyaman, walaupun di luar dinding kedai tidak terpangpang pesan moral baik spanduk maupun benner dengan tulisan besar-besar “ PESERTA DISKUSI WAJIB MEMATUHI TATIB, MENJUNJUNG TINGGI KEBEBASAN BERPENDAPAT SERTA MENJAGA PERSATUAN DAN KESATUAN” mereka fun fun saja, mengapa hal itu bisa terjadi? Jawabannya cuma satu yaitu karena Cak Kasab dan Mad Bullah tidak pernah sedikitpun membawa kepentingan apa-apa baik pribadi maupun golongan, mereka setiap melakukan tindakan apapun konsepnya selalu mengacu kepada martabat masyarakat luas di kampungnya.

Mad Bullah :
abis keliling jualan ta cak?
Cak Kasab :
Yo mas.........Alhamdulillah walaupun gak habis semua, setidaknya anak dan istriku besok ada yang dimakan
Mad Bullah :
Sip.......gitu dong kalau ingin rejekinya barokah, gak usah pakai ngeluh,ngomel apalagi sampai marah marah nyalain anak, istri,pembeli,keadaan cuaca yang tidak bersahabat dan situasi politik yang tidak menentu....semua udah ada yang ngatur, kita hanya berupaya semaksimal mungkin. Kalau sampean gomel kayak orang sebelah pasti besok atau lusa jualannya tambah gak laku bahkan sangat boleh jadi bangkrut gulung trotoar. Mengingat kunci untuk mendapat rejeki yang lancar dan barokah itu harus bebas dari kegelisahan qolbun melalui faktor penyebab apapun, termasuk dongkolnya hati akibat jualannya hari ini tidak laku.
Cak Kasab :
kok bisa gitu mas?
Mad Bullah :
Ya bisalah..........Rejeki itu kan datangnya dari Allah, kemudian disampaikan melalui malaikat mikail, dari malaikat mikail diteruskan kepada para dermawan,pembeli dan para bos/pimpinan/kepala/juragan setelah sampai di rumah sampean, malaikat tersebut mendapati sampean lagi bertengkar dengan anak, istri atau mertua. Malaikat itu bukannya terus menyerahkan rejeki melainkan kembali lapor kepada Allah bahwa rejeki yang akan diserahkan kepada si fulan tidak jadi diberikan dikarenakan alamat tujuan sedang bertengkar. Ya kayak anakke sampean saja....... saat istri sampean menyuruh ngantarkan makanan slametan ke tetangga, lalu tetangga yang dimaksud sedang bertengkar, apa anakke sampean tetep menyerahkan makanan itu? pasti balik kan!
Cak Kasab :
ya juga sich ..... tapi mas, nanti setelah bertengkarnya selesai kan bisa dianterin kembali
Mad Bullah
ok...ok.... tapi bagaimana misalnya yang mau dianterin itu makanan yang cepet basi atau lowongan pekerjaan yang waktunya amat singkat? Apa walau makanan itu sudah basi basi dan kesempatan lowongan pekerjaan sudah sampai deadline tetep diantarin? Atau kalau tidak begitu misalnya tempatnya jauh.....apa masih mau kembali lagi? Kayaknya mustahil dech
Cak Kasab :
Subhanallah......ya mas aku paham
Mad Bullah :
Hehehe sebenarnya saya bukan mau ngebahas soal rejeki itu cak.....tetapi mau sharing soal 3 lawan bebuyutan kita
Cak Kasab :
Wah menarik itu mas ...... aku memang rencananya ngebahas itu juga, kok tumben topik kita sama ya mas?, emang kayaknya gayanya saja berkawan padahal aslinya mereka itu lawan bebuyutan mas...........
Mad Bullah :
lho...lho......apanya yang dimaksud dengan kawan jadi lawan bebuyutan iku cak?
Cak Kasab :
Bener kan mas, belakangan ini hampir semua media sosial baik cetak maupun elektronik ngebahas 3 kandidat Cagup DKI dari 1. Basuki Tjahya Purnama 2. Agus Harimukti Yudhoyono sampai ke 3. Anies Baswedan. mereka tampak berkawan akrap sampek selvi-selvian segala, padahal dibalik keluguan mereka itu mas, kan ada 3 lakon utama yang menjadi lawan bebuyutan sejak pilpres beberapa tahun yang silam hingga saat ini yaitu mbak Mega,cak SBY dan Cak Bowo atau 3 partai besar PDI Pejuangan,Demokrat dan Gerindra, sekarang mereka kembali bertaruh di panggung politik Pilcagub DKI 2017 seru banget pastinya......ayo mas kalau sampean mau ngebahas aku mau nimbrung.........
Mad Bullah :
Wualah...... ngawur wae.... sampean itu cak cak......pikirannya kok ngeres melulu, capa juga yang mau ngebahas tentang gonjang ganjing politik? Apalagi bukan wilayah kita...kok bikin energi kita terbuang percuma....mikirin anak bine kenapa lebih penting
Cak Kasab :
Ck...ck...ck.....mas mas sampean itu lho...., kolot buanget masa bicara politik aja tabu.......entar kalau anak kita tanya-tanya seputar pilgub DKI, malah ketap ketip, tola tole,lolak lolok kayak wong enggong
Mad Bullah :
Bukan itu maksudnya cak, ngebahas pilgub DKI itu sangat memalukan
Cak Kasab :
Memalukan? Kata mas....maksudnya gimana?
Mad Bullah :
Yayalah, Ahok itu lak wong apik ta? Pemimpin bertanggungjawab, bekerjanya rajin,disiplinnya hebat dan sampai saat ini belum ketangkap tangan sebagai koruptor. tapi kenapa kita tidak mau mengakui kehebatannya? Kok yang digempur itu justru soal ibadahnya? Biarin saja Ahok mempertanggungjawabkan sendiri kepada Tuhan, yang penting urusan memimpin rakyatnya itu bisa dipertanggungjawabkan kepada kita dengan baik....seperti blaterisme digempur,pelacuran digusur,para pecundang yang sok kuasa lamain urusan disembur,tempat kumuh juga udah disapu bersih biar imigran yang gak jelas bisa kembali berkaya dan membangun kampungnya
Cak Kasab :
Tapi mas, islam itu kan tidak bolein kita dipimpim orang kafir?
Mad Bullah :
ya sudah tahu bro......., tapi Ahok kan gak bakalan duduk jadi gubenur kalau gak kita pilih ? semestinya kita tuh nyalain yang memilih.......
Cak Kasab :
Kalau begitu berarti bukan rakyat saja ya mas yang salah....tapi KPU juga salah,mengapa kok gak sekalian saja dibuat ketetapan persyaratan para calon pildes,pilkada,pilgub harus beragama Islam kayak Pilpres itu.
Mad Bullah :
Makanya semakin kita masuk ke ranah politik, semakin memalukan saja rasanya,makanya saya gak suka masuk terlalu jauh ke arena politik karena.......... ya sangat memalukan saja? Gimana gak malu? Kita sendiri yang buat undang-undang,kita sendiri yang memilih lalu kita sendiri yang tidak setuju dan ngobrak ngabrik agar segera turun dari jawabatannya saat yang dipilih terpilih ...edan...edan tenan. Yang lebih memalukan lagi cak ada apa dengan para mantan presiden kita itu..... kok mau maunya... sampai turun gunung membackup pilgub DKI? Sedang pilgub propinsi lainnya dicuekin.....apa itu tidak malah membuat kesenjangan sosial bagi kepala daerah lainnya?....pokoknya malu maluin dech. Apalagi kita ini mayoritas islam, masa tidak ada satupun pemimpin yang beragama islam setara dengan Ahok? Tiru dong sepak terjang Ahok, agar saat mencalonkan diri jadi Kepala Desa,Bupati,Gubenur dan Presiden dibela mati-matian dengan rakyatnya baik seagama maupun nggak....kayak Ahok itu, siapa yang membela? Ya orang islamlah kan penduduk DKI mayoritas islam bukan kristen......Tuh namanya bersaing sportif, jangan sampai kita itu dihalau ke buah simalakama : memilih pemimpin islam gak tegas,suka korupsi sok kuasa. Sedang apabila memilih pemimpin di luar islam tidak seiman, tetapi kinerjanya baik. Saking bingungnya akhirnya kita memutuskan memelih Pemimpin yang beragama lain saja, toh urusan agama bukan urusan kita, tapi urusan beliau dengan tuhan. Sedang kinerja yang baik akan menjadi sangat penting dan bermanfaat bagi kemajuan,keamanan dan ketentraman kita.
Cak Kasab :
Na masukan kayak gitu mas yang aku harapkan dari sampean jangan diam saja......masa udah beberapa minggu gak muncul di kedai sufi......... maksudku walau sampean itu mengerti agama tapi sampean tetep mempertimbangkan secara rasional dan fungsional, lalu menurut sampean gimanan mas pertarungan 3 tokoh yang terus berseteru karena masing-masing tokoh merasa paling hebat? Apakah dengan turunnya beliau beliau di Pilgub DKI 2017 ini sebagai uji nyali atau unjuk gigi siapa diantara mereka yang paling berpengaruh?
Mad Bullah :
Udah-udah gak usah dibahas, kan saya sudah bilang tadi semakin masuk semakin memalukan......biarin aja apa kata mereka....kita tonton saja episode kelanjutannya......Ntar kalau kita bicarakan terus menerus secara nasional bisa-bisa pilihan gubenur,kayak pilihan presiden.... yang bener saja cak.....kita ini masih waras, emangnya mau bikin tandingan presiden ? kok sampai ketua DPD partainya gak punya kuasa mengajukan calonnya? Karena semua udah ditekle DPP........ayo sampean gak usah ikut-ikut merasa malu kayak aku lho ya, ntar sampean gak punya pendirian.......
Cak Kasab :
yo yo siap....... ayo sampean lanjutin yang mau bahas 3 lawan utama pada diri kita
Mad Bullah :
Begini cak, sakjane manusia itu semuanya bisa menjadi teramat baik dan mulia serta juga bisa menjadi teramat jahat dan hina , Apabila semasa hidupnya tidak bisa mengendalikan 3 unsur pokok dalam bentuk nyata dan tidak nyata, diantaranya 1. Setan sebagai musuh yang nyata 2. Hawa nafsu musuh tidak nyata 3. Dunia juga musuh tidak nyata
Cak Kasab :
Bentar-bentar sampean gak kliru tah mas.......nyebutin status lawan-lawan kita itu, kayaknya kliru dech.....yang aku tahu setan itu tidak nyata,nafsu juga tidak nyata kalau dunia itu jelas nyata .....gitu mas
Mad Bullah :
hehe ternyata sampean itu gak bodoh bodoh amat cak, ada pinternya juga ......
Cak Kasab :
siapa dulu dong........jelek jelek gine masih ada keturunan para wali mas
Mad Bullah :
Yo...yo percaya sekalipun turunan kedelapan kwakak kak kak.......maksud saya tadi sampean pinter itu dalam arti pinter gak tahunya
Cak Kasab :
???
Mad Bullah :
Memang bener setan itu secara jazatnya gak nyata (ghoib,astral,makhluk halus) tetapi secara sifat dan sepak terjangnya nyata sekali, buktinya mana ada setan ngajak sampean beriman kepada Allah, justru setan itu kerjanya cuman selalu mengajak-ngajak manusia ke jalan kesesatan agar tidak beriman kepada Allah, bahkan saking nyatanya setan dalam urusan kejahatan sampai-sampai usul kepada Allah agar ditangguhkan binasanya (matinya) hingga kiamat tiba, dengan harapan agar sepak terjangnya mempengaruhi manusia ke jalan kesesatan bisa terpuasi dan banyak temannya, kalau sampean gak percara silahkan buka Al Quran surat Shad ayat 78-83
Cak Kasab :
Lalu bagaimana dengan nafsu dan dunia mas..... kok bisa disebut musuh yang tidak nyata?
Mad Bullah :
Karena nafsu itu apa kata kita, Allah secara globalnya mencukupi manusia dengan 2 hawa nafsu yaitu nafsu Mutmainnah (unsur positif) dan nafsu Lawamah (unsur negatif) begitu juga dengan Dunia dibagi menjadi 2 golongan Halal dan Haram semua berpulang kepada diri manusia. Tidak seperti halnya setan yang nyata-nyata jahat, sedang Nafsu dan dunia tidak jelas baik dan jahatnya bergantung kepada apa kata selera kita
Cak Kasab :
Terus bahayanya sampai sejauh mana kepada kehidupan kita, kok sampean bisa mengklasifikan dari ribuan dosa menjadi cukup hanya tiga saja....... yang bisa dijadikan kawan dan sekaligus lawan?
Mad Bullah :
Kalau diurai sebenarnya tetep ribuan juga sich, Cuma agar mudahnya sampean diingat ingat saya bagi menjadi 3 bagian yang cukup mematikan bagi aqidah seorang hamba. Dari 3 bagian tersebut ada yang kita pilih sebagai kawan dan ada yang kita buang sebagai lawan. Pastinya setelah dikalkulasi dari 3 bagian akhirnya menjadi 5 bagian yaitu 3 bagian kita jadikan lawan seperti setan,nafsu lawamah dan Dunia haram. Sedang yang 2 bagian lagi, kita jadikan kawan yaitu nafsu mutmainnah dan dunia halal
Cak Kasab :
Terus aplikasinya seperti apa mas, sekalian jelas
Mad Bullah :
Yang pasti dengan setan mau tidak mau kita harus membangun permusuhan, jangankan sampai mengikuti kemauannya berteman saja Allah melarangnya “Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala” ( Qs. Al Fathir 6) “......... dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu “ ( Qs. al Baqoroh 168) “Bukankah Aku telah memerintahkan kamu, wahai anak cucu Adam agar kamu tidak menyembah setan? Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagi kamu ( Qs. yasin 60)
Berteman dengan setan kalau kita ibaratkan, sama halnya bersahabat dengan sabu-sabu atau psikotropika, sekalipun kita tidak memakai kalau kedapatan bersama (membawa) ya tetep saja dengan polisi diringkus dan dijebloskan ke penjara, apalagi sampai memakainya disamping dijebloskan ke penjara, tubuh kita akan rusak secara berkala utamanya fungsi otaknya menjadi tidak normali. sholatnya tidak akan pernah khusuk (kalaupun terasa khusuk itu hanya anggapannya saja, ya sama dengan pemakai berbicara dibanyak orang, menurut dia lebih tenang padahal setelah kita perhatikan ucapan bahasanya tidak tertata, ngelantur kemana mana tapi orangnya tetap pede tidak punya rasa malu, karena fungsi otak besarnya sebagai kontrol sudah lumpuh) disisi lain mengurangi kepercayaan kepada orang lain sekalipun berkata jujur, misalnya pinjam uang untuk ongkos anaknya yang opname di rumah sakit, orang tetep tidak akan memberinya karena “curiga” digunakan pada hal lain. Itulah salah satu bentuk adzab dari Allah yang tidak disadari.
Persahabatan dengan setan hanya akan membuat kerusakan iman secara berkala, sebab nilai-nilai ketaqwaan diris iris sedemikian tipisnya.
Cak Kasab :
terus soal nafsu dan dunia gimana mas ceritanya?
Mad Bullah :
Hawa nafsu adalah dorongan kuat untuk melakukan sesuatu dalam mewujudkan harapan dan impiannya, kalau tujuannya baik dan mulia ok..ok saja karena Allah memang memerintahkan kita untuk melakukan hal hal baik, nafsu yang demikian itu kita sebut sebagai nafsu mutmainnah, Tapi sayangnya kita cenderung untuk melakukan yang justru Allah melarangnya, seperti memiliki tahta,harta dan wanita secara tidak benar karena nafsu yang kita aktifkan adalah nafsu Lawwamah yang selalu mengajak pada perilaku buruk. Hawa nafsu yang menyimpang dari sunnahtullah dan Sunnah Rosul pasti akan berahir nista karena akan membuat kerusakan di muka bumi ini dengan pongahnya, baik bagi dirinya,orang lain maupun alam semesta “Allah melarang manusia mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan seseorang dari jalan Allah “ (Qs. Shad: 26) Dengan begitu kita berkewajiban untuk melawannya agar tidak tergerus dalam pusaran dosa yang akan membuat hidup kita merugi.
Lawan manusia yang terakhir adalah dunia, bahkan dalam sebuah judul lagu disebut panggung sandiwara, yang tentunya kita pahami sandiwara itu apa? Suatu cerita kehidupan yang disetting sedemikian rupa dengan singkatnya, ada suka dukanya, ada pahit getirnya,ada lapang sempitnya dan ada apa-apalah apalah......yang ujung-ujungnya kalau tidak halal ya haram, kalau tidak menipu yang tertipu,kalau tidak sadar ya bubar.....kecuali bagi orang-orang yang beriman saja yang bisa memilah milih kehidupan dunia sebagai ajang mencari bakat menuju akhirat yang bermartabat, “Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya,” (QS. Ali Imran: 185). Allah SWT menyifati seluruh dunia sebagai kesenangan sesaat (QS An-Nisa:77). Sesuatu yang sebentar, jika dinikmati adalah permainan dan sesuatu yang melalaikan (QS Al-Hadid: 20).
Cak Kasab :
Kalau begitu Pilgub itu, dunia ya mas?
Mad Bullah :
mbuh........udah-udah Wassalamualaikum wr wb
Cak Kasab :
?????

Kamis, 25 Agustus 2016

Kedai Sufi Kasabullah Jilid 7

ANGKA KEMATIAN AKIBAT TIDAK MEROKOK AKAN NAIK

oleh : R. YUDHISTIRA RIA,MPd

Kendati Cak Kasab dan Mad Bullah bukan anggota Dewan yang terhormat di senayan, tapi kesibukan mereka melebihi Dewan Terhormat yang asli. Cak Kasab dengan cermatnya membaca koran eceran yang baru saja dibeli, sedang Mad Kasab lebih memilih jadi pemirsa tipi Breaking News, Anehnya walau media informasi yang diperhatikan mereka tidak sama, akan tetapi keduanya sama-samanya tertarik dan serius mengikuti tranding topik Harga Rokok yang rencananya akan dinaikkan menjadi 50 ribu perak.
“PRAAK......DIBANTINGNYA KORAN KE MEJA.....
Cak Kasab :
Juamput......apa-apaan pak lurah ini, bikin kebijakan kok gak populer blaas...
Mad Bullah :
Lho...lho...lhoooo, ada apa cak... “adha’ ombak adha’ angin” (tidak ada ombak, tidak ada angin) kok tiba-tiba sewoot begitu ?
Cak Kasab :
Gak sewot gimana mas, kalau harga rokok dijual 50 ribu.....eh?
Mad Bullah :
Oh awakmu sewot karo wacanane......harga rokok ta? Emangnya kenapa cak, kan apik toh?
Cak Kasab :
apik apane mas.......sampean ne ngawur wae........, penghasilanku jualan krupuk itu lho mas, belum karuan dapat 50 ribu, lak awakku gak merokok tak mas? opo sampean juga gak mikir....
Mad Bullah :
ya mikir sich.......kalau gak mikir lak wong gendeng..... cuman apane sing dipikir? Orang itu baru wacana......lagian ngapain juga dipikir kalau lurae wes mutusno gitu......tiwas makan ati aja.
Cak Kasab :
ya gak gitu tah mas, kita itu kan bagian dari demokrasi, lurah iku sing milih lak awak-awak ta ? masa gak mikir titik wae......ojo ake-ake biar gak kblinger
Mad Bullah :
justru rencana itu karena pak lurae suka mikirin kita, gimana caranya awak-awak iku gak merokok kayak pak lurae......biar sihat
Cak Kasab :
Yo embuh mas, kalau pak lurae mikirno awake dewe.....
Mad Bullah :
Lhoh kok malah awakmu jadi putus asa cak?
Cak Kasab :
Abis mau gimana lagi mas? sampaean yo ngono....tadi nyaranin jarno wae
Mad Bullah :
hehehe saya cuman ngetes aja......., sampaean itu termasuk pejuang atau perlu diperjuangkan...?
Cak Kasab :
Ngene lho mas, walau sampean iku bukan guru spiritualku cuman setiap keputusan sampean saya hormati lho mas
Mad Bullah :
Yo...yo....wes ngerti, maksud saya gine cak, mengapa setiap kita mernyikapi isu-isu yang belum tentu menjadi kenyataan itu kok selalu disertai dengan emosi sampe gebrak-gebrak meja segala,unjuk rasa,bakar ban. Padahal pak lurae sing ngomong kuwi, yo wes turu angrem....lak rugi dewe awak-awak iki cak?
Cak Kasab :
ya juga.....sich mas, Cuma apa mo dibiarkan gitu saja, gimana nanti kalau jadi kenyataan mas?
Mad Bullah :
sampean itu cak jangan berpikir....kalau yang mikirin harga rokok bakal naik itu cuman kita berdua aja, banyak lho cak yang merasa terganggu,terancam baik bersifat pribadi maupun ditunggangi politik, kayak lurae iku gurung karuan juga maksute iku opo? Urusan pribadi,ekonomi,kesehatan atau politik gak ono sing werruh....cuman pak lurae aja sing tahu, he...he...mo takon wonge wes turu.....cak cak, sing sik umek lak awak-awak rakyat kecil iki
Cak Kasab :
haha sampean mas...mas kayak pak lurae tidur selamnya aja, sampe putus asa sing arep takon.....yo besok kalau sudah bangun ditanya to.......
Mad Bullah :
Yaya...pasti saya tanyakan pada pak lurae alasane apa,tujuannya apa,manfaatnya apa,dan caranya gimana?
Cak Kasab :
na itu namanya warga kampung sing apik............
Mad Bullah :
Tapi cak, kalau kita mo menghadap ke pak lurae.....harus siap dengan segala konsep baik dan buruknya, gimana kalau kita diskusikan terlebih dahulu.... ntar hasilnya tak sampaikan ke pak lurae, apo ae keberatan sampean cak....
Cak Kasab :
ya yang jelas awakku bakal sulit ngerokok karena harganya mahal......mas
Mad Bullah :
wes wes sampean iku cak tetep wae, sing dipikirno awake dewe trus......sekali waktu yo mikirno anakku Rakhman yang kerja di pabrik rokok iku lho cak.......
Cak Kasab :
lho emangnya Rakhman iku ngrokok juga ta mas?
Mad Bullah :
bukan gitu cak, anakku lak kerja di pabrik rokok ta? Kalau harganya rokok mahal, kan banyak yang gak beli, kalau udah banyak yang gak beli berarti pabliknya bakal bangkrut, kalau dah bangkrut berarti anakku lak di PHK tah cak......yo jadi pengangguran lagi...tambah banyak nanti anak kampung sini yang jadi pengangguran....
Cak Kasab :
yo....yo bener juga mas......mek ngono Rakhman sak konco-koncone yang ratusan ribu iku bakal jadi pengangguran ya....mas? Berarti kampung kita bakal jadi kampung pengangguran pertama di dunia mas.......Disamping itu mungkin pak lurah lupa mas, kalau kampung kita sing apik ini banyak dibantu oleh pabrik rokok sebelah......pokoknya menurut aku jasa rokok itu banyak membantu pembangunan dan mengurangi angka pengangguran mas, walau disisi lain juga tetep ada kelemahannya bagi kesehatan warga sini mas
Mad Bullah :
Nah justru masalahnya bersumber dari situ cak.....akibat laporan dari staf lurah yang ngelaporin kalau warganya banyak mati karena rokok, katanya setiap perjamnya ada 46 warga tewas akibat merokok atau sekitar 1.127 orang perhari......
Cak Kasab :
akh masa iya sich mas? kayaknya warga kita tambah banyak aja ya mas?
Mad Bullah :
embuh namanya aja laporan, ya kayak vaksin aja....ada yang asli ada yang palsu
Cak Kasab :
lho apa tujuannya laporan itu kok dipalsu mas?
Mad Bullah :
Ya aslinya saya gak tahu juga sich cak......cuman menurut saya kalau gak ada laporan apa-apa kan dianggap stafnya gak kerja cak, padahal gajinya staf lurah itu besar-besar...cak
Cak Kasab :
gimana mas sampean kok bisa berpendapat begitu?
Mad Bullah :
Abis mo bilang gimana lagi....orang hampir setiap stafnya ngelaporin klaim kematian atas tugasnya masing-masing, ne contohnya dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia bilang kalau dalam setiap 1 jam ada 46 warga yang tewas akibat rokok,kalau satu hari kan berarti warga kita yang meninggal 1.127orang, dari stafnya BNN tiap hari katanya ada 50 orang tewas akibat narkoba, dari WHO bilang kalau setiap harinya 1000 pemuda di bawah 25 tahun tewas karena kecelakaan lalu lintas, iku belum laporan KNKT atas usia dewasa yang juga mati kecelakaan di udara dan lautan, belum lagi Departemen Kesehatan yang mati karena demam berdarah,HIV/AID,Flu Burung, belum alagi dari Yayasan Jantung Indonesia, HAM,KPAI Kepolisian,SAR......pokoknya kalau mereka semua memprosentase angka kematian sesuai bidangnya abis cak warga kita......
Cak Kasab :
Tapi mas...kok kenyataannya tetep aja ya mas penduduk kampung kita terbanyak?
Mad Bullah :
Mbuh mungkin Jilangkungnya kale cak....hahaha......
Cak Kasab :
Terus gimana mas menurut analisanya sampean?
Mad Bullah :
Menurut saya? Ya dibiarin aja kayak kemaren-kemarennya........kalau emang kelurahan peduli ma warganya, dibuatin vitamin aja bagi warganya yang jadi pecandu rokok, sebab kalau udah jadi pecandu percuma dikutbai,dicemain,disosialisasi dikampayekan anti rokok.....ya kayak hidung belang yang udah asik di tempat pelacuran percuma diceramaindisosialisasi dikampayekan bahaya HIV/AID karena alam pikirannya sudah dikuasai oleh kesenangan dan kenikmatan. Dalam fase seperti itu yang baik diberi kondom dan disuntik anti penyakit kelamin aja...lama-lama kalau tenaga dan usianya udah renta kan udah berhenti dengan sendirinya, Nah sedang generasi muda yang belum terlanjur datang ke tempat pelacuran saja yang diceramai,disosialisasi tentang bahayanya HIV/AID. Begitu juga dengan perokok yang terlanjur madat....diberi vitamin dan vaksin anti kanker paru-paru atau bekerja sama dengan pabrik rokok untuk memberi simultan pada setiap batang rokok agar secara bertahap agar tidak berselera untuk merokok....Sedang kepada generasi Penerus/pelajar/pemuda gencarkan terus Kampanye bahaya merokok....... toh walaupun nanti pabrik rokok tetep bangkrut, tetapi kan bangkrutnya secara bertahap, buruh sudah pada pensiun dan pabrik mulai tidak ada rekrutmen lagi karena sudah mulai pailit sedang penguasa akan memilih usaha lain........
Cak Kasab :
Boleh juga masukan dari mas Bullah ini, lalu bagaimana untuk menyakinkan pak lurah nanti?
Mad Bullah :
Ya saya akan bilang ke pak lurah, kalau kebijakan menaikkan harga rokok sekedar menekan angka kematian, justru yang akan diperoleh nanti jumlah kematian semakin membengkak....
Cak Kasab :
lho.....lho...lho kok jadi ngono tak mas?
Mad Bullah :
La ya tah.....gimana kematian gak tambah membengkak? Kalau angka pengangguran semakin banyak kan banyak yang mati kelaparan, kalaupun berusaha bertahan hidup paling memilih jalur kriminilitas perampokan,pencurian,penjambretan,pembalakan yang tidak segan-segan menghabisi korbannya, sedang buruh wanita kalau sudah terpaksa akan memilih PSK dipinggir jalan yang rentan dengan penyakit HIV/AID yang juga berujung kematian, belum lagi mereka yang biasa merokok....tentunya akan memilih rokok-rokok tingwe (nglinting dewe) di kaki lima yang nilai TAR-nya tidak terkontrol mengakibatkan jumlah penyakit kangker dan jantung semakin membengkak yang akhirnya juga akan menambah jumlah kematian dan yang paling saya takutkan........
Cak Kasab :
Apa mas yang sampaean takutkan?
Mad Bullah :
Saat tembakau pada naik.......bisa jadi penjual daun ganja kering berspekulasi menjual dengan harga murah.....dan disaat semua orang pada ketagihan.......disitulah kelurahan kita akan kena batunya
Cak Kasab :
???
Diposkan oleh R. Yudhistira Ria,M.MPd Pimpinan Pusat - Guru Besar Lembaga Dzikir Istiqomah Kasabullah Indonesia
SukaTunjukkan lebi